Memaparkan catatan dengan label puisi. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label puisi. Papar semua catatan

Selasa, Julai 13, 2010

Koleksi Puisi Pendek Pilihan

Dibawah ini adalah puisi-puisi dari Jalaluddin Rumi (Parsi) yang telah diterjemahkan ke Bahasa Melayu. Moga dibaca dan dihayati dengan mata dan hati.Puisi beliau sedikit sebanyak telah mempengaruhi karya Ahmad Dhani (Dewa19)

Puasa Membakar Hijab

Rasa manis yang tersembunyi,

Ditemukan di dalam perut yang kosong ini!

Ketika perut kecapi telah terisi,

ia tidak dapat berdendang,

Baik dengan nada rendah ataupun tinggi.

Jika otak dan perutmu terbakar karena puasa,

Api mereka akan terus mengeluarkan ratapan dari dalam dadamu.

Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.

Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan serta dalam hasratmu.



Disebabkan Ridha-Nya

Jika saja bukan karena keridhaan-Mu,

Apa yang dapat dilakukan oleh manusia yang seperti debu ini

dengan Cinta-Mu?


Letak Kebenaran


Kebenaran sepenuhnya bersemayam di dalam hakekat,

Tapi orang dungu mencarinya di dalam kenampakan.



Rahasia yang Tak Terungkap

Apapun yang kau dengar dan katakan (tentang Cinta),

Itu semua hanyalah kulit.

Sebab, inti dari Cinta adalah sebuah

rahasia yang tak terungkapkan.



Pernyataan Cinta


Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,

Kusimpan kasih-Mu dalam dada.

Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,

Segera saja bagai duri bakarlah aku.

Meskipun aku diam tenang bagai ikan,

Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan

Kau yang telah menutup rapat bibirku,

Tariklah misaiku ke dekat-Mu.

Apakah maksud-Mu?

Mana kutahu?

Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.

Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,

Bagai unta memahah biak makanannya,

Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.

Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,

Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.

Aku bagai benih di bawah tanah,

Aku menanti tanda musim semi.

Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,

Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.



Hati Bersih Melihat Tuhan


Setiap orang melihat Yang Tak Terlihat

dalam persemayaman hatinya.

Dan penglihatan itu bergantung pada seberapakah

ia menggosok hati tersebut.

Bagi siapa yang menggosoknya hingga kilap,

maka bentuk-bentuk Yang Tak Terlihat

semakin nyata baginya.



Kesucian Hati

Di manapun, jalan untuk mencapai kesucian hati

ialah melalui kerendahan hati.

Maka dia akan sampai pada jawaban “Ya” dalam pertanyaan

Bukankah Aku Tuhanmu?



Memahami Makna

Seperti bentuk dalam sebuah cermin, kuikuti Wajah itu.

Tuhan menampakkan dan menyembunyikan sifat-sifat-Nya.

Tatkala Tuhan tertawa, maka akupun tertawa.

Dan manakala Tuhan gelisah, maka gelisahlah aku.

Maka katakana tentang Diri-Mu, ya Tuhan.

Agar segala makna terpahami, sebab mutiara-mutiara

makna yang telah aku rentangkan di atas kalung pembicaraan

berasal dari Lautan-Mu.



Tuhan Hadir dalam Tiap Gerak

Tuhan berada dimana-mana.

Ia juga hadir dalam tiap gerak.

Namun Tuhan tidak bisa ditunjuk dengan ini dan itu.

Sebab wajah-Nya terpantul dalam keseluruhan ruang.

Walaupun sebenarnya Tuhan itu mengatasi ruang.



Lihatlah yang Terdalam


Jangan kau seperti iblis,

Hanya melihat air dan lumpur ketika memandang Adam.

Lihatlah di balik lumpur,

Beratus-ratus ribu taman yang indah!



Keterasingan di Dunia

Mengapa hati begitu terasing dalam dua dunia?

Itu disebabkan Tuhan Yang Tanpa Ruang,

Kita lemparkan menjadi terbatasi ruang.

Jumaat, Februari 12, 2010

Baru ku tahu..

Baru ku tahu..
Dengan mengembirakan orang lain bisa membuat aku gembira..

Baru ku tahu..

Kegembiraan untuk sesuatu yang sukar dijangka

Baru ku tahu..

Orang lain tidak semestinya gembira dengan kegembiraan kita

Kerna itu,

Aku cukup gembira kerana membuat dia gembira
Begitu besar erti ia kepada dia...

Khamis, Januari 14, 2010

Ikut Resmi Padi

Kita tak selamanya di atas,
Kita tak selamnya di puncak,
Kita pasti akan jatuh,
Terduduk...Tersadung..
Ketika itu kita akan memandang ke atas,
Yakni tempat kita dahulu...

Jika kita masih di atas,
Pandang seketika ke bawah,
Lihat ke arah padi,
Ikut resminya..
Makin berisi makin menunduk,
Semakin rendah dirinya

Tiada satu makhluk yang mengharapkan padi terkulai,
Sang tikus mendoakan padi segar dan berisi,
Agar dia dapat manfaatnya sebagai pengalas perut,
Sang burung mendoakan kesejahteraan padi,
Agar dia dapat menyambung nyawanya,
Belalang dan ulat mendoakan padi terus bernyawa,
Agar mereka ada tempat bergantung,
Manusia berharap padi semakin menunduk,
Itu tandanya kemurahan rezeki mereka.

Ya Tuhan yang Maha Esa,
Jadikanlah aku sebegitu,
Menunduk tanda kesyukuranku,
Tanda aku menerima limpahan rahmatMu,
Tanda aku berusaha demi rezekiMu,
Bukan sebagai tanda aku seorang yang besar dirinya,
Jangan lahirkan riak dan takbur walau sebesar zarah,
Dalam setiap lapisan hatiku.

Kerana,
Aku ingin menunduk,
Terhadap kekuasaanMu,
Serta limpahan rahmatMu,
Aku bersyukur.

Ahad, Disember 13, 2009

Suara Hati Berbicara

Aku bukannya cemburu dengan kembiraan orang lain,
Aku juga bukannya cemburu bila seseorang tu dah bangun,
Tetapi aku marah kepada diriku yang tahu apa sepatutnya kamu sembunyikan,
Itu adalah petunjuk dari Tuhan yang maha esa,
Aku hanyalah hambanNya yang lemah.

*terhenti sejenak*

Aku keliru,
Kita bukannya sesiapa,
Tetapi kenapa harus menafi?
Kenapa harus berbohong?
Ini membuatkan hatiku terdetik.
Inikah pembalasannya?

Katanya aku adalah..
Orang terakhir yang mampu membawamu bangun dan terus berlari,
Kawan yang sentiasa menyokong,
Sahabat yang selalu mengkritik baik buruk,
Adakah seorang sahabat layak dibohongi?

*muhasabah diri*

Namun,
Aku tidak pernah menyalahkan sesiapa,
Dikala kau sedih dan mengalirkan air mata..
Di mana aku ketika itu?
Seharusnya sahabat harus meminjamkan bahunya untuk ditangisi,
Dikala kau keseorangan..
Di mana aku ketika itu?
Seharusnya seorang kawan harus menemani sehingga rasa gusar kau hilang.

Oleh itu,
Kau berhak untuk menyimpan tanpa beritahu,
Kau juga berhak berada di mana saja yang kau suka,
Kau juga berhak berdamping dgn insan yang bersama kamu,
Ketika aku tidak mampu untuk menemani dan berbicara.

Aku ingin kau tahu,
Pembohongan dan penafian itu memberi kesan kepada aku,
Ia telah membunuh perasaan kecil yang beransur tumbuh berminggu-minggu dahulu,
Ia telah membunuh kepercayaan ku,
Ia telah membenamkan segalanya!
Tiada apa yang tinggal.

Akhirnya..
Aku pergi jua,
Aku dibunuh jua,
Sebagaimana aku membunuhmu suatu masa dahulu.

Ingatlah..
Ini bukan salahmu,
Ini juga bukan salah orang sekelilingmu,
Aku tidak akan pernah memarahimu lagi,
Walaupun aku tahu terlalu banyak,
Setiap kali rasa marahku bangun,
Aku bertanya kepada diri sendiri,
Di mana aku ketika itu?

Ya Tuhan aku bersyukur,
Keranamu menyatakan kebenarannya,
Aku menarik nafas lega,
Dan terus berlari ke depan.

Khamis, Disember 10, 2009

Biarkan ia mengalir

Aku tahu apa yang aku tahu,
Kamu tahu apa yang aku tak tahu.
Namun begitu,
Tuhan tahu apa yang kita tahu dan tahu,a
Karena Dia Maha mengetahui,

Untuk Aku,kamu dan hambaNya yang lain,
Toleh kebelakang dan perincikan setiap perbuatan kita,
Dan hasilnya membolehkan kita,
Membuat orang lain percaya dan sebaliknya.


Tuhan berpesan kepada hambaNya,
Bacalah dengan nama Tuhan mu, Iqra'...
Agar kita semua mengetahui sedikit sebanyak.
Apa yang kita tidak ketahui.


Kita kita tahu dan tidak tahu ini akan berterusan,
Maka biarlah ia terus mengalir deras,
Dalam sungai kehidupan yang sementara,
Karena aku bukanlah seorang sufi.

p/s: Saat ketika aku menulis puisi ini...mouse aku rosak...siottttt

Jumaat, November 20, 2009

Penantian

Dulu kita seiringan,
berjalan ke arah cahaya,
yang terang,
yang tenang,

Selepas itu,
Kita sesat bersama,
Berpaling dari jalan yang asal,
menyimpang jauh dari pangkal,
Aku berusaha untuk pulang.

Kini...
Aku meniti jalan yang asal,
tapi kamu masih di situ,
meraba-raba meminta arah,
Walau di beri pedoman,
Kau tepis pedoman itu,
Mungkin kerana egomu?

Ketahuilah engkau,
Bahawa aku dan mereka semua,
cuma mampu berharap,
agar engkau kembali,
bersinar seperti dulu,
Kami sentiasa bersedia mengucapkan
"SELAMAT KEMBALI"

p/s: aku,kamu,mereka adalah watak2 dalam diri kita,watak2 dalam perjalan hidup kita

Rabu, September 02, 2009

Didalam

Laila merungut kepada Majnun,
kenapa setelah beberapa kali berusaha dan setelah beberapa pusingan dia memulakan yang baru?
namun mereka tetap terhenti di titik yang sama.
Buntu...

Majnun menjawab,
Tiada yang salah dengan sesuatu usaha yang baru,
itulah yang sebaiknya,
Dusta lama dilupakan,
Namun...
Majnun tersepit terseksa
Sesuatu yang baru itu penuh amarah dan duka..
Berulang kali muncul benda yang sama

Kalau Dulu...
Laila sering membuatkan Majnun terharu,
Laila sekarang sering membangkitkan amarah si Majnun,
Majnun dambakan rasa terharu yang dibangkitkan Laila dulu..
Walaupun dipalit dusta..


Semuanya telah terkubur..
Oleh kealpaan mereka sendiri,
Tiada yang lain patut disalahkan,
melainkan diri mereka sendiri

Majnun terus melangkah ke depan,
Dan sesekali menoleh ke belakang,
Agar bisa membangunkan Laila yang tersadung..

Jumaat, April 17, 2009

Tersenyum

Akhirnya..
Aku mampu tersenyum!
Dan ianya tulen.
Sudah hampir dua minggu aku telah tersenyum
Aku telah berpijak di bumi nyata

Aku kembali kepada diri aku yang dulu
Tak kisah
Tak peduli
Berpegang teguh kepada apa yang aku percaya
Terus menapak kedepan

*menarik nafas dan tersenyum*

Aku senyum kerana gembira
Tiada lagi gerak geri yang terpaksa
Terima kasih teman-teman lama dan baru,
Kerana mengembalikan senyuman kepada ku!

Kadang kala kembali ke masa silam itu perlu,
Jika kamu telah dipaksa-ubah dengan kejamnya
Oleh anasir sekitar yang zalim



Hadiah kegembiraan:



dan

Track ke 5 EP aku

Isnin, April 13, 2009

Androidism

Dari semalam aku bertukar menjadi android.
Aku tak rasa apa2 dalam diri aku.
Tiada marah, tiada sedih, tiada gembira.
Sesiapa yang pegang remote ku..
silalah control aku sebaik mungkin..
Kerana aku adalah android

Rabu, Mac 04, 2009

Ilusi

Jika engkau kata mata itu bisa melihat,
fikirkan sekali lagi,
kerana engkau hanya memandang,
untuk jalan ke hadapan.

Jika engkau percaya apa yang engkau nampak,
halusinya sekali lagi,
kerana bila dilihat kesekian kalinya,
ia mungkin berubah.

Engkau tidak bermimpi,
Engkau juga bukan dalam khayalan,
Engkau cuma tidak percaya itu adalah ILUSI,
ILUSI yang engkau anggap sebagai kenyataan.

Ayuh, sedarlah...
Ayuh bangunlah...
Wahai mata hati,
Tembusilah ILUSI

Isnin, Mac 02, 2009

Lupa

Aku sering terlupa,
Siapa aku?
Namun Tuhan sering mengingatkan aku,
Bahawa aku adalah hamba-Nya,
Melalui seruannya setiap hari,
tapi aku tetap alpa.

Aku sering terlupa,
Siapa aku?
Aku adalah khalifah di dunia,
Yang zalim kepada rakyatnya,
Yang mementingkan dirinya.

Aku sering terlupa,
Siapa aku?
Aku adalah seorang anak,
Yang derhaka kepada orang tuanya.

Sebenarnya..
Aku bukan pelupa,
tapi aku degil,
aku sengaja melupakannya,
Kerana aku hanya
seorang manusia yang tidak tahu bersyukur

Isnin, Februari 23, 2009

Dusta

Dusta itu racun,
Bisa merebak sepantas kilat,
Mangsanya tidak pernah sedar,
akhirnya rebah tersungkur

Dusta itu dosa,
sekali mencuba,
selamanya ketagih
Tanpa sedar ia menjadi darah daging,

Dusta itu indah,
Jika tidak terbongkar,
Dan bisa diulang

Bolehkah berdusta?
Demi menjaga hati yang lainnya
Dosa pahala entah kemana.

Bila dusta dibongkar,
tiada lagi percaya,
tiada lagi hormat,
mengundang amarah
mengundang tentangan

Apakah perasaan orang yang didusta?
Mereka marah,kecewa dan mula menjauh
Mereka mula mencurigai dan percaya
Biarpun kamu bercakap benar

Sampai bila?
Hingga kiamat tiba?
Hingga hujung nyawa?
Ia berterusan..tanpa keinsafan
Sampai bila?
Tuhan saja yang tahu
Insaflah wahai khalifah tuhan

Buntu..pening

Wahai Blogku,

Sekarang aku sedang pening,
aku sedang buntu,
tak tahu apa harus ku lakukan..

Wahai Blogku,

Ianya seakan bakal berakhir,
terasa semakin jauh darinya..
tak tergapai oleh aku..
tak terjengkal oleh aku

Wahai Blogku,

Kebodohan dan kedegilan ku penyebabnya,
Jurang semakin membesar,
jarak makin terasa,
Dinding kaca makin tebal...

Wahai Blogku,

Kepadamu aku bercerita,
Tiada teman yang mampu meminjamkan telinganya,
kerana itu yang menyebabkan retak.

Wahai Blogku,

Temani aku selamanya..

p/s: Dedicate kepada masa lapangku yg kian mengurang dan beban kerja makin bertambah

Rabu, Februari 18, 2009

Siang dan Malam

Jika aku bertanya kepada siang,
Mengapa engkau cemburui malam?
Maka si siang akan menjawab,
Aku lebih layak mendiami alam ini,
kerana aku yang membekalkan cahaya,
untuk segenap isi alam terus hidup.

Jika aku bertanya kepada malam,
mengapa engkau cemburui siang?
Maka si malam akan menjawab,
Aku memberikan kegelapan,
agar seluruh isi alam boleh berehat,
agar seluruh isi alam boleh berlindung,
dari panasnya siang.

Wahai siang!
Cahayamu adalah dari mentari,
panasmu juga dari mentari,
Janganlah engkau sombong dan bongkak,
Kerana adanya malam,
Engkau bisa berehat

Wahai malam!
Gelapmu adalah kerana kepergian siang,
Dingin mu juga kerana hilangnya mentari,
Engkau tidak akan datang jika siang enggan pergi.

Siang dan Malam,
Sedarlah...
Kamu saling memerlukan,
sebagaimana kami penghuni alam ini,
Memerlukan kamu.

Semuanya Sudah Jelas

Awan mendung berarak ke timur,
sinar mentari menembusi hingga ke lantai dunia,
Diriku yang berada dia atas,
Terkapai-kapai tanpa kepastian.

Visiku terhad
Terhalang dek awan hitam,
Aku tak bisa melihat kehijauan bumi tuhan,
Wahai awan hitam,nyahlah engkau.

Terima kasih tuhan,
Kerana mengirimkan angin,
Sang angin menolak awan gelap,
dan aku mampu utk melihat lantai dunia lagi,
semuanya sudah jelas sekarang.