Isnin, Julai 12, 2010

Satu Kajian Dan Pencarian Mengenai Diri

Data-data ini aku jumpa di internet, dan masih belum lengkap atau sahih.

http://images.nikmaa.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/S8cXtwooC0cAAAZMEnI1/Salasilah3%282%29.htm?nmid=330400650


Salasilah 1

Muhammad s.a.w.
sayidatina fatimah al zahrah
sayid husein
sayid ali zainal abidin
sayid muhammad al baqir
sayid jaafar al siddiq
sayid ali uraidhi
sayid muhammad an nagieb
sayid isa arrumi
sayid ahmad al muhajir
sayid ubaidillah
sayid alwi alwiyyin
sayid muhammad
sayid alwi
sayid ali ghala' ghassam
sayid muhammad s marbab
sayid alwi
sayid abdul malik
sayid abdullah
sayid ahmad jalaluddin
sayid jamaluddin al husein
sayid ali nurul alam [pateh arya gajah mada]
sayid abdullah
sayid ahmad waliyullah
nik mustafa [sultan abdul hamid]
nik badru salam
raja wan daim [raja kelantan & pattani]
raja long nik [raja reman]
long gaffar [raja muda reman, raja kelantan @ limbat]
long seri [tengku sri maharaja - jeram]

Salasilah 2

muhammad s.a.w.
sayiditiana fatimah + s ali
sayidina hussain
sayid ali zainal abidin
sayid mahmud al-bakir
sayid jaafar al-siddek
sayid ali al-al uraidy
sayid muhammad al-naqib
sayid isa al-rumi
sayid muhammad al-muhajir
sayid ubaidillah
sayid alawi
sayid muhammad
sayid alawi
sayid ali khali' qasam
sayid muhammad mirbab
sayid ali
sayid muhammad al-faqeh
sayid alawi
sayid muhammad ad dawilah
sayid abdul rahman al-saqaf
sayid abu bakar as-shukran
sayid abdullah syeikh al-idrus
sayid syeikh al 'aidrus
sayid abdullah
sayid syeikh al 'aidrus
sayid abdullah
sayid zainal abidin [t dagang]
tun mat ali
tun habib abdul majid [johor]
sultan zainal abidin i [1st sultan terengganu]
sultan mansur i [1733-1793]
sultan zainal abidin ii [1793-1808]
t ismail [masjid] - tg perdana
t muda - tg penglima besar
t musatafa [t seri nara wangsa raja]
t ali [t seri nara wangsa raja]
t musa@tin + t maznah


Aku masih tidak dpt merungkai lagi misteri dan kajian yg aku buat mengenai Sheikh Jamaluddin Al-kubra

1 ulasan:

elfizonanwar berkata...

APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?

Dlm Al Quran yang menyebut 'ahlulbait', rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.

2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: 'Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu 'ahlulbait' yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.

3. QS. 33:33: "...Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu 'ahlulbait' dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya".

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau.

Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari:

1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg 'nabi' dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu.

2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau 'anak tunggal' dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.

3. Isteri-isteri beliau.

4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau yang berhak menurunkan 'nasab'-nya, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.

Bagaimana tentang pewaris tahta 'ahlul bait' dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam.

Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita anggap bernasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah?. ya jika merujuk pada Al Quran maka anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali tidaklah bisa mewariskan nasab Saidina Muhammad SAW.

Kalaupun kita paksakan, bahwa anak Bunda Fatimah juga ahlul bait, karena kita mau mengambil garis dari perempuannya (Bunda Fatimah), maka untuk selanjutnya yang seharusnya pemegang waris tahta ahlul bait diambil dari anak perempuannya seperti Fatimah dan juga Zainab, bukan Hasan dan Husein sbg penerima warisnya.

Dengan demikian sistim nasab yang diterapkan itu tidan sistim nasab berzigzag, setelah nasab perempuan lalu lari atau kembali lagi ke nasab laki-laki, ya seharusnya diambil dari nasab perempuan seterusnya.

Bagaimana Saidina Ali bin Abi Thalib, anak paman Saidina Muhammad SAW, ya jika merujuk pada ayat-ayat ahlul bait pastilah beliau bukan termasuk kelompok ahlul bait. Jadi, anak Saidina Ali bin Abi Thalib baik anak lelakinya mapun perempuan, otomatis tidaklah dapat mewarisi tahta 'ahlul bait'.

Kesimpulan dari tulisan di atas, maka pewaris tahta 'ahlul bait' yang terakhir hanya tinggal bunda Fatimah. Berarti anaknya Saidina Hasan dan Husein bukanlah pewaris tahta AHLUL BAIT.